belajar kok dibilang @L4y. . . :D

barusan saya membaca beberapa postingan teman teman bloger di indomotoblog, saya tertarik dan terkekeh (honestly ketawa) dengan artikel yang menyebut “lagi ngetrend alay pegang SLR” jiahahaha…

secara santai, saya pengen menanggapi, di dunia fotografi amatir seperti saya , pembelajaran adalah sebuah proses untuk membuat karya yang lebih baik, kebetulan saya kuliah di ilmu diskomvis, jadi secara tidak langsung, saya mengerti jika yang disebut “alay” adalah new comer new comer yang memang mau belajar dan saya pernah melalui proses itu. kata kata tidak etik seperti “alay” sepertinya terlalu melebih lebihkan untuk menggambarkan teman teman yang sedang mempelajari photografi profesional secara mendalam.Β  Ambilah analogi untuk mengandarai sepeda motor, yang pertama harus ada motornya,pilih motor jenis apa sesuai kemauan danΒ  kemampuan , lalu belajar, dan seterusnya, itu adalah proses toh, bukan “alay yang pakai sepeda motor sport”, jika memang hanya ada sepeda motor bebek, matik, atau vespa seperti saya, asal niatannya belajar ya belajar… bukan pembelaan diri jika melihat orang lain belajar menggunakan ninja 250 lantas saya bicara lantang, alay banget sih, belajar aja pakai ninja (hahaha) , semoga ini hanya menjadi info dan kritisi. πŸ˜€ jika ada kamera poket bahkan hape ber MP kecil, asal niatannya tulus untuk belajar , pasti keliatan dari hasil dan buahnya. πŸ˜€

seperti seorang photografer profesional pernah berkata, banyak jenis lensa dan kamera di pasaran, namun kamera yang terbaik untuk memotret adalah kamera yang kita punya sekarang…

salam newbie! πŸ˜€