ternyata dunia “mocep” alias motor ceper merambah motor motor adventure

ketika membuka web http://www.advrider.com, siglputih menemukan photo motor KTM 990 adv dibawah ini. ada yang salah? ndak ada sih, sebenarnya ini adalah gambar bergerak yang di freeze ketika si rider habis jumping bersama motornya, dan posisi motor sedang rebound. lucu saja melihatnya. seperti teman teman ceperis di Indonesia. 

Gambar

 

nampaknnya, virus ceper sudah mulai masuk di ranah para penikmat adventure. bwuehehehe

Advertisements

saptaranu, impresi singkat tentang si “beast” apache rtr 180cc

yiha… meskipun masih dilanda banyak hal persiapan disana sini, aku akan menyempatkan menulis  review tentang motor yang akan kami gunakan , TVS Apache RTR 180. TVS mendevlope motor ini sejak lama. Bahkan, versi nya pun sudah memasuki versi ketiga , yang resmi dijual ke Indonesia oleh TVS. 🙂 Pertama, rasa penasaran sukses membuatku buta tentang riding impression motor ini. Lepas dari pendapat dan artikel artikel di internet yang sudah aku baca , aku harus membuktikannya sendiri.

Ketika acara Nusantaride di Cibodas kemarin, aku berkesempatan untuk mengetest satu unit TVS apache 180 ini. Sepertinya ini adalah unit yang sama yang telah ditest oleh bang Iwan Banaran, motorexpertz, dan teman teman blogger lainnya. kuncikontak posisi On, speedometer dengn layar digital berwarna biru ini sekilas menarik mataku untuk melihatnya. point bagus untuk TVS. keren. 😀  Berhubung malam hari ketika aku mencoba motor ini, kabut yang menyelimuti kawasan cianjur – cibodas tidak menghalangi jarak pandang , dibantu lampu depan si “beast” , nampaknya riding pada malam hari merupakan keasyikan tersendiri. posisi setang yang ternyata berkonstruksi “cepit” membuatku skeptis pada awalnya. ternyata, lumayan enak dikendalikan untuk riding commuter yang tidak jauh coverage-nya. pikirku, ini harus diganti setang “baplang”, yaps , setang enduro atau trail demi kenyamanan riding dengan jarak yang lumayan jauh. Mesinnya overall sangat galak ( penulis biasa menggunakan moped dalam kesehariannya, baik untuk riding komuter ataupun lintas kota provinsi sekedar jalan jalan) redaman shockbreaker belakang sangat mumpuni bahkan ketika diajak berboncengan. rem yang sudah menggunakan piringan cakram depan belakang sangat membantu untuk menghentikan kegalakan si “beast” ini.

 

Gambar

 

foto diambil dari http://www.advrider.com, saat teman rider dari afrika selatan menggunakan Apache 180 v2.0 untuk touring disana.

overall, motor ini sudah lebih dari cukup untuk membawa kami mengekslporasi Pulau Sumatera. hanya perlu sedikit mods di stang, ban, bracket, crashbar, windscreen, dan panniernya. 🙂 

salam,

YET

 

saptaranu, mengejar asa

Ekspedisi ini bagaikan mimpi di awang awang. Bagaimana tidak, dengan banyaknya kendala yang harus dihadapi, bagai kapal pengoyak lautan es, saptaranu terus bergegas. Aku tidak mengatakan bahwa ini mudah. Ini sulit, bahkan sangat sulit. Bukan hanya tentang meyakinkan mitra kerja dan lainnya. Lebih dari itu, adalah merajut persiapan ini agar menghasilkan output yang terbaik, yang bisa kami persembahkan untuk negeri. Ini sudah ahkir dari bulan Februari, menjelang Maret. Hanya selisih beberapa bulan sebelum kami berangkat dan setelahnya 50 hari mengeksplorasi khasanah alam dan budaya di sepanjang pulau Sumatera. Banyak hal yang masih harus aku pelajari sebagai penanggung jawab hal hal yang berkaitan dengan desain, poto dan video.

Bulan depan, persiapan akan lebih rinci lagi. Bukan waktunya untuk diam dan menyepelekan pekerjaan ini. Semua orang yang terlibat di saptaranu  sedang sangat konsen bekerja pra-keberangkatan. Pak Reza dan Mas Andry sedang fokus untuk hubungan ke mitra kerja, sementara itu, aku berusaha sangat hati hati dan cermat menulis dan menyusun data data lapangan yang diberikan Om Andre . Dear teman teman, ini bukanlah acara jalan jalan megah yang memakai peralatan serba mahal melekat di hari hari kami. ini adalah kisah perjalanan yang menggambarkan kebanyakan dari kita , yaps, relevan dengan keseharian kita sebagai motorcycle traveller dan adventure motorbike enthusiast.  Dengan menggunakan sepeda motor TVS Apache RTR 180cc , kami akan melakukan perjalanan sepanjang 7700km di tahap Sumatera ini. seru? kita tunggu sama sama film dan bukunya.

Gambar

Buatku pribadi, menjadi bagian dari team yang hebat , Pak Reza, Pak Andre, dan Mas Andry adalah suatu anugerah. sekarang kami berlomba dengan waktu sampai nanti , tanggal 5 Mei 2013 kami akan berangkat menuju Sumatera., mengejar asa untuk bisa menyediakan data data dan info wisata bermotor terbaik tentang danau danau besar di Indonesia dan pada kesempatan ini di sumatera. 🙂

salam,

-YET

saptaranu, mengintip kegilaan empat orang nusantarider jelajah Tanah Air

Definisi mimpi,menurut mentemen apa ya? buatku, mimpi itu sebuah masterplan. lepas dari semua faktor “pengelihatan” lah, “bunga tidur” lah, mimpi adalah suatu keadaan dimana kita dibawa jauh ke alam bawah sadar , dibawa ke situasi yang belum kita temukan didunia nyata. Teringat dahulu, sekitar ahkir tahun 2004 aku bisa membeli majalah “otomotif” , terdapat artikel tentang persiapan kang JJ Polnaja untuk melakukan misi keliling dunia dengan sepeda motor. sendirian! yaps, sendirian. Aku ketika itu masih berumur 14 tahun. (masih muda ya, hehehe) terpana. “Gila nih orang!!” itulah lontaran kata kata pertamaku setelah membaca habis artikel itu. namun, ternyata Tuhan punya rencana buatku. lama lama itu menjadi kegilaanku untuk sering menggunakan sepeda motor sebagai sarana berwisata. mulai dari SMP , meskipun colong colongan , beserta temanku, kami riding menyusuri pantai selatan Banten. bahwasannya riding merupakan sesuatu candu yang setiap aku mencoba berkendara, tidak ada kata bosan atau cukup setelahnya.

Lalu, dimulailah mimpi ini. diawal blog ini ditulis, aku pernah mengutarakan untuk riding sampai tibet sana atau sampai siberia yang terkenal itu. 9 tahun pengharapan dan doa,ahkirnya pada tengah tahun lalu aku diajak oleh salah satu nusantarider seniorku, Padeh Ija, biasa begitu aku memanggil beliau untuk sama sama membangun mimpi ini dari nol. sebelumnya , Padeh Ija sudah bercerita bahwasannya ada Om Andre yang akan turut serta dan ahkirnya Mas Andry Berlianto juga masuk menjadi teman seperjalanan. lengkaplah empat (4) orang nusantarider yang sama sama bisa dibilang gila dalam urusan penjelajahan bersepeda motor. rencana pun disiapkan. 😀

setelah beberapa kali pertemuan sederhana di Jakarta, kami sepakat untuk mengajak kerjasama beberapa pihak , demi berjalannya ekspedisi ini. SAP7ARANU, NUSANTARIDE LAKEXPLORATION, proyek ambisius nusantaride yang dimotori oleh Padeh Ija ini sudah dalam tahap persiapan keberangkatan. Ekspedisi yang akan menyingkap wisata danau danau alami setanah air ini pun dibagi menjadi 7 tahap, mulai dari sumatera, kalimantan, sulawesi, maluku, papua, nusa tenggara, dan jawa bali. setelah melewati proses presentasi di berbagai pihak, berikut adalah pihak pihak yang menyatakan kesediaannya untuk ikut ambil bagian dalam ekspedisi ini.

saptaranu

lalu, bergabungnya MOTOMAXX dan GILAMOTOR sebagai media partner saptaranu. Puji Tuhan!!

belum lama ini , juga dikabarkan bahwa EVALUBE menjadi salah satu pihak yang ikut ambil bagian. special!

oke, cukup tentang kesiapan teknis dan sponsor. kita akan bicara tentang profil rekan rekan seperjalananku,

1. Reza A Patunru (Padeh Ija) , salah satu pengendara bermotor di nusantarider yang sangat konsen terhadap perkembangan wisata bermotor di Indonesia. selain menjadi administrator di nusantaride, beliau juga aktif di blog http://gl200spr.wordpress.com. Membaca cerita perjalanannya sangatlah informatif. banyak teman teman menyebutnya sebagai “pak Jendral” karena “kenekatan”nya. aku menjadi saksi hidup bagaimana Padeh Ija bergulat dengan waktu dan kondisi untuk membuat NNDR ( Nusantaride National Dieng Rally) 2012 kemarin berjalan sukses. Kesederhanaannya membuatku yakin untuk ikut bergabung bersama team. menjelang usia Padeh yang separuh abad, kegilaan ini akan dimulai.

2. Andre Prihardi (Om Andre yeye Prayhard), mantan atlit selancar angin tingkat nasional ini merupakan pengelola lebih dari satu pantai di sepanjang pesisir barat lampung. Baginya, perjalanan ini merupakan kesempatan untuk mengangkat Sumatera dan tempat tempat wisata yang tersembunyi , khususnya danau. Melihat ketulusan hatinya, aku lebih bersemangat untuk memberikan hasil terbaik bagi team.

3. Andry Berlianto ( mas Andry) , salah satu expert dibidang keselamatan berkendara, instruktur dari JRS ( Jakarta Road Survival) dan pengelola web yumotoran.com  ini turut serta dalam Team, kegemarannya menjelajah dan menulis menjadi penting bagi perjalanan ini, mengingat salah satu final goal dari saptaranu adalah membuat buku buku tentang panduan wisata danau di Indonesia. sosok yang eazy go ini membuatku juga sangat nyaman untuk sharing dan berbincang.

4. Yeremia Exlesia Theorandaru (rhere) , yihaaaa, ini adalah diriku sendiri. masih menyelesaikan study DKV di Univ. Dian Nuswantoro, Semarang . aku kenal para suhu diatas dari web http://www.advider.com dan http://www.nusantaride.com . sudah menjadi mimpi sedari kecil untuk bisa bermotor keliling negeriku sendiri . untuk memahami dari dekat, kehidupan dan ke-bhineka tunggal ika-an dari sabang sampai merauke. dari miangas sampai pulau rote. aku memang bukan tipikal orang yang menggebu gebu tentang nasionalisme, ketika Indonesia digoda oleh malaysia , banyak orang yang lantas latah menyatakan kesediaannya untuk berperang. bagiku, rasa nasionalisme ini lebih bermanfaat kutuangkan menjadi persembahan yang utuh berupa perjalanan dan pengalaman empiris melihat dari dekat saudara saudaraku lewat penjelajahan sepeda motor. beruntungnya aku, ketika pasanganku dan keluargaku mendukungku. sebuah anugerah yang datang dari sang Pencipta. di saptaranu, tugasku adalah merekam seluruh perjalanan , baik berupa photo dan video yang nantinya menjadi film dokumenter.

aku yakin bahwa semua ini ndak akan sia sia. pastilah nanti ada buah yang ranum untuk dipetik, baik bagiku, bagi teman temanku, khususnya bagi Nusantaride, dan para penggiat wisata bermotor seIndonesia. dengan waktu yang terus semakin dekat dengan keberangkatan, 5 Mei 2013 besok, kami terus bergegas

salam, -YET

bener bener kepincut dualroad mods!!

malam buat temen temen, iya nih, selintas aku membuka selembar demi selembar klipping majalah dan folder folder gambar di komputer malam ini. Pasti tau dong dengan brand brand motor BMW dengan keluarga GS-nya, KTM, dengan Adventure 950 & 990-nya, Husqavrna dengan keluarga TEnya , Husaberg, Motoguzzi, Moto Morini, Kawasaki dengan Versys dan KLR, Honda dengan transalp dan Africca twin yang melegenda, Yamaha yang juara lewat keluarga Tenere-nya.

Pertanyaannya adalah, sampai Indonesia, harganya ga rasional, bener gak? Versys yang kalau ndak salah di Thailand dijual senilai 80jutaan, sampai Indonesia bisa sampai 128juta mentemen. GS family? jangan ditanya. motor motor itu dari pabriknya dibekali dengan vitur vitur khusus untuk menjelajah di dua alam yang berbeda sekaligus, di aspal masih bisa meliuk liuk, di medan tanah dan luar aspal lainnya bisa dilalui , bukan dengan mudah! akan lebih fair kalau aku bilang ndak sesulit motor motor khusus on road. lalu, nasibnya kita kita yang kepincut style motor dual road gimana nih?

Begini, alkisah, Indonesia terkenal dengan akal akalan yang kata orang bule bilang mirip banget sama style-nya aladin atau Mc Giver , serba bisa! . sekarang, kita akan sama sama belajar untuk apa aja sih kriteria yang sepertinya durabel untuk buat mods ini dan tahan! yaps, tahan untuk dipaksa riding crosscountry , atau inter island ratusan, bahkan ribuan kilometer. 😀 kita akan berusaha meminimalisir ubahan.

1 . pikirkan motor yang akan kita Mods, akan lebih baik jika, jika rangka motor sudah double cradle, dengan posisi membopong mesin dari bawah, ini akan sangat sangat menguntungkan dari sisi kestabilan dan dampak getaran mesin. jika pakai deltabox? gak haram sih, bisa bisa saja. 😀

2. mari kita mulai dengan sektor depan. budget lebih? bisa pilih limbah shock depan dengan kepunyaan SE ber CC sedang. kenapa? Guys, motor kita paling mentok hanya berkubikasi 250cc , dari segi pengendalian, itu sangat perlu dipertimbangkan. kalau mau meninggikan shock standar depan, bisa membuat bos/bushing di tukang bubut setinggi 4-5cm. velg pakai ring 18 dengan lebar 215 – 250 dengan ban dualpurpose , banyak pilihannya, mulai dari swallow sampai michellin pun ada. lanjut ke arena stang, bisa diganti kepunyaan minimoto atau kepunyaan motor enduro yang agak tinggi + dibantu dengan raiser peninggi stang. visor? nah, ini dia, alangkah gagahnya jika dibagian ini dibuatkan semacam visor yang lebih tinggi dari standarnya. pasti cakep deh. 😀 selain sebagai deflektor, ini juga bisa membantu angin ndak langsung mengenai dada pengendara. dibagian belakang windscreen ini bisa digunakan untuk penempatan gadget GPS atau HT anda. 😀

3. extended fuel tank!!!! harus ini, mungkin ketika di pulau jawa kita belum merasakan manfaatnya, andaikata kita akan riding di luar pulau jawa? tanki yang diperbesar akan sangat membantu. beberapa motor motor buatan jepang dan India sudah mempunyai kapasitas yang lumayan besar. dilihat dari sisi estetisnya, motor juga akan terlihat lebih berisi dan, fungsi yang lainnya juga membantu menetapkan center of gravity motor kita, setelah dibelakang dipasangi side case dan topcase. 😀

4. Jok, yaps, tempat berlandasnya bokong kita selama berjam jam ini harus dipikirkan, kegunaan sarung jok berfentilasi dan penambahan busa jok cukup membantu agar bokong ini tidak rata macam triplek. (**!)

5. reinforced sasis tengah ke belakang, ini adalah salah satu faktor yang terkadang tidak dipikirkan oleh kita. percayalah, motor motor lokal tidak didesain untuk menganggkut beban berlebih terutama bracket2 dan luggage. daripada amsyong ditengah jalan sasis patah. beberapa type motor terbukti sasisnya ringkih untuk masalah satu ini.

6. luggage , apapun bentuknya, wadah tambahan ini bisa dipikirkan pemakaiannya. mulai dari topcase , sidecase, sampai seatcase. sudah banyak dipasaran, dari range harga 250ribu sampai 35juta seperti hepco becker, touratech, dan lainnya. kalau mau tampil beda dan ekonomis bisa lirik allumunium pannier keluaran 7Gear , sudah didesain untuk digunakan dan fit ke motor motor batangan lokal. sepasang 4juta rupiah *ngiklan* hehehe…

7. kaki kaki belakang, bisa gunakan velg ring 17 dengan lebar 300 – 500 , tergantung type  motor anda. beberapa merk seperti bajaj pulsar memiliki swing arm yang bisa menampung velg lebih lebar dari motor lainnya. ganti shockbreaker standar dengan type2 yang lebih keras. di beberapa type , rebound sudah bisa diatur tingkatannya.

8. pritilan pritilan pendukung, bisa tambahkan beberapa lampu tambahan membantu penerangan, bisa borong di bayu motorrard , kontak mas Bayu untuk urusan LED dan CREE , anyway, lampunya sudah ditest di ajang rally dakar dan lolos scrutening. mantap! atau bisa di Mas Candraditya Imanda, atau biasa dipanggil “kakek” untuk urusan luxeon dan cree. Mereka adalah salah satu ahlinya. 😀  saranku, hindari pemakaian lampu lampu dan atribut yang dilarang  Undang Undang. Percayalah, tanpa melanggar pun kita bisa tampil cakep dan keren dijalan. disini kearifan pembaca yang menentukan. 😀

silahkan dipelototi photo photo ini. siapa tau bisa ,menginspirasi. 😀

122_1002_05_o+2010_bmw_r1200gs_r1200rt+left_side_viewa9-22-12014

dual road

salam,

-YET

two day trippin, gua Pindul.

Seperti biasanya, hari itu kulalui dengan sedikit bosan. ketika hari jumat dipenghujung minggu aku masih dirumah bergulat dengan segala pekerjaan dan tugas. langit sangat biru membuat jiwa petualangku berontak. sungguh, ini adalah “pertanda”. pertanda? ya pertanda, pertanda bahwa akan ada petualangan seru diatas roda dua. aku berinisiatif dengan mengajak beberapa kawan kawan nusantaride yang ada di semarang. Setelah Mas Henu “Olla” dan Mahendra “petrik” menyatakan kesediaannya, bergegas aku untuk menghubungi teman yang sangat spesial di Jogja, nusantarider juga, kami biasa memanggilnya dengan Padeh Julianto Sasongko. setelah mengutarakan maksud kami untuk bergegas ke Jogja, beliau sangat antusias. sebenarnya dari beliaulah kami dapatkan ide tentang “gua Pindul” ini.

Sabtu pagi, mas Olla beranjak untuk mendahului kami karena ada keperluan lain di Jogja. kami pun bersiap di Semarang. Haduh! Sialnya sabtu itu hujan deras, seetelah reda pada sore harinya, saya dan petrik bergegas berangkat. setelah loading barang barang di side case kami, tiba saatnya untuk berangkat. Yeah, sumringah dalam Hati!

Melewati jalan raya semarang – Jogja, langit sangat cerah. kami bisa melihat puncak dari gunung ungaran dan Gunung Merapi.Suasana yang lengang menggodaku untuk menggantungkan kamera dslr di leher, sambil riding , sambil tekan tombol shutter. Demi Tuhan, ini jangan dicontoh, selain berbahaya, aku menyadari kalau itu sangat susah.

jalanan sangat lengang, tumben kataku. Biasanya di ahkir pekan, jalan ini selalu padat oleh mobil mobil dari Jkarta dan Semarang ke arah magelang dan Jogja. sekali lagi, dengan kecepatan jelajah 65 kph di spidometer, aku memberanikan diri untuk mengambil potret potret kami.

Perjalanan berlanjut sampai kami temui kecelakaan, sepertinya baru saja terjadi. sang supir keluar mobil dengan badan penuh luka lebam. pikirku, kejadian ini bisa menimpa siapa saja, kewaspadaan dan selalu sigap adalah kunci utama. meskipun ini tidak menyurutkan niatku untuk tetap mengambil potret dengan cara sembrono seperti tadi.

Sesampainya di Jogjakarta , kami langsung bertemu dengan mas Olla dan selanjutnya mencari panganan khas, mengingat kami belum makan sebelumnya. Gudeg ini menjadi pilihan kami. Lezat!

beberapa saat kemudian bisa ditebak, perut kami telah oenuh dengan kudapan dan panganan yang sangat nikmat ini. hp mas Olla berdering, sejurus kemudian kami diajak untuk ikut sebentar menikmati malam jogja bersama teman teman dari komuntias kawasaki Atlehete Jogja. sambutan yang hangat khas anak motor membuat kami sedikit banyak betah untuk berlama lama disini.

malam menjelang , kami pindah tempat ngobrol di alun alun jogja. memesan beberapa susu jahe dan indomi goreng, malam itu malam terbaik kami bisa menikmati kota ini. sekilas memang kesan sebagai kota pelajar hilang dengan dinamika dan laju ekonomi kota ini yang terbilang cepat. namun , jika ditelisik lebih dalam, Kota Jogja masih menyimpan makna dalam tentang pendidikan.

malam semakin larut dan Hotel menjadi pilihan kami untuk bermalam , malam ini.

keesokan harinya , nada dering handphone membangunkanku, sejenak melihat ternyata Padeh Julianto sudah ada di lobby bawah. Hebat! kataku. kami ngobrol santai panjang lebar dan lalu berangkat sarapan Gudeg Jogja yang nikmat itu.Gudeg Yu Djum.

setelah sarapan, kami memutuskan untuk langsung berangkat ke Gua Pindul. dalam hati aku berpikir, habis riwayatku! betapa tidak, selama ini aku sangat sangat menghindari wisata air karena satu alasanku, aku sama sekali belum bisa berenang. bicara tentang ini, ternyata Tuhan punya cara lain untuk aku segera belajar renang, Mei nanti, aku ikut serta dalam ekspedisi 7danau besar di sumatera. kembali lagi, dan kamipun melaju membelah aspal ke arah Gua Pindul.

bersambung….

– YET

 

sam poo kong : it’s 200% chinese new year eve everybody!!

sam poo kong, dilihat dari namanya, sekilas ini adalah tempat peninggalan budaya dari etnis china. betul sekali!. aku merasakan berada di forbidden city untuk sepersekian hari. hahaha, terkesan berlebihan , namun itulah yang kurasakan.

berikut info sekilas tentang tempat ini :

 

Kuil Sam Poo Kong atau Gedong Batu adalah sebuah kuilTionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang, Indonesia. Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.

Klenteng Sam Poo Kong terkenal hingga ke mancanegara, bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok. Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga muslimTiongkok dan/atau bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Tiongkok yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal ini disebabkan warga muslimTiongkok dari propinsi Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia memiliki latar belakang Islam.

Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Di dalamnya terdapat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho. Di lokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah.

Pemberian nama bangunan/gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut. Sebagai contoh, Mbah Kiai Cundrik Bumi merupakan tempat segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal. Kiai/Nyai Tumpeng berkaitan dengan urusan makanan di kapal dan Kiai Djangkar tempat meletakkan jangkar kapal. Sedangkan Mbah Djurumudi diduga/dipercaya sebagai makam dari jurumudi kapal. Dalam bangunan tersebut dihiasai dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menggambarkan perjalanan Cheng Ho sampai ke Jawa termasuk pula di permukaan dua pilar bangunan utama. – Wikipedia

semua potret ini menggunakan nikon DSLR kamera d3000, sebuah entrylevel kamera dengan lensa wide kit 18 55 non VR Nikon. 😀 , seperti Arbain Rambey katakan “kamera terbaik untuk mulai memotret adalah kamera yang anda miliki sekarang”

salam.

-YET

belajar fotografi, rumit dan menyenangkannya memotret makanan

Setelah banyak memotret landscape dan seluk beluk perjalanan , ahkirnya aku curious juga dengan pemotretan makanan. bagaimana menonjolkan sisi enaknya, dimana letak kenikmatannya, dan sebagainya. ahkirnya di sela sela kegiatan, kami menyempatkan memotret cupcake di studio kantor di Semarang. langsung saja dilihat hasilnya, jauh dari sempurna, tapi nampaknya aku mulai jatuh cinta dengan ini.

potret danau menjer : kolam dewa di kaki Dieng

hari masih sangat cerah ketika kujejakkan kaki di tempat ini, sebuah Telaga yang sangat luas, dikelilingi oleh bukit bukit yang hijau, di kaki dataran tinggi Dieng. dari Semarang, daerah ini dapat ditempuh selama 4jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Sepeda motorku nampak tak bisa berlari kencang ketika perjalanan semakin menanjak dan menanjak. jarum spidometer yang tak kunjung naik membuatku sering berlatih dan bergelut dengan kesabaran. Namun , penantian ini begitu terbayar ketika sampai ditempat ini. sungguh Besar kuasaNya!

dari jalan utama Wonosobo – Dieng, kubelokkan motorku menuju arah desa Menjer. Menyusuri jalan aspal mulus yang berdampingan dengan pipa seukuran gajah di sebelah kirinya. Megah!. Suasana ini menyiratkan tentang pemandangan di negri negri eropa sana. pohon cemara, aspal yang halus, dan, belokan belokan yang sangat kunikmati. saat itu seru!

Aku memang tak sendiri, dengan beberapa teman nusantarider dari semarang , berempat kami melakukan perjalanan ini. sebuah pemandangan yang spektakuler menyapa kami . terpana untuk sekian menit. Kami merasakan berada di bagian dunia lain, ini jelas jelas merupakan pemandangan yang sangat langka buat orang kota seperti kami. bukan bermaksud sombong , tapi kota identik dengan hutan beton, kemacetan, dan keegoisan yang membuat kami jenuh.

Air itu bergemericik menyapa kami. sungguh damai hati ini mendengarnya….

sebuah kolam para dewa di kaki dataran tinggi Dieng. 🙂

perjalanan dari semarang – kaloran – temanggung – wonosobo – dieng , photo diambil di daerah kaloran

beberapa potret jalan menuju telaga Menjer :

terbayar lunas ketika kami menjumpai potret potret ini, cukup membuat kami terpana.

dan beberapa potret narsis kami. hehehehehe

oh ya, kami juga janjian dengan mas Suyut Utomo dan pillionnya , mbak Neni untuk bertemu disini. waktu itu , mereka lagi uji coba ketahanan allumunium pannier dari produk 7gear untuk selanjutnya jadi bahan pengembangan. jadi yasudah, rasa ngiler itu langsung terasa ketika kami bergegas pulang dan melihat pannier itu tememplek di motor mas Suyut aka Bishop.

lalu makan mi ongklok di pusat kota wonosobo,

sekian.

– YET