Sumatera dalam 50 hari -tips ringan seputar modifikasi-

brummm!!!! saatnya kita berfantasi ria.. di benak teman teman, bagaimana sih modifikasi motor yang ajib, baik secara gaya dan fungsi??
mari kita jabarkan satu persatu..
kemarin, pengalaman kami di sumatera, memodifikasi tunggangan sangatlah asyik, pasang ini pasang itu, ganti ini ganti itu.hanya berikut aku jabarkan secara simple, point point apa saja yang sekiranya bisa jadi perhatian teman teman, maaf jika ada bahasa yang keliru, semoga ini bisa membantu kawan kawan yang sedang bersiap. 😀

1. shockbreaker
jika melihat motor motor adventure berkubikasi mesin besar, maka kita akan melihat travel shock yang besar pula. nah, kita kan masih tinggal di Indonesia nih, semuanya pasti bisa dilakukan (baca : diakali) haha… memang merujuk ke fungsi, meninggikan shockbreaker membuat jarak motor secara keseluruhan terhadap tanah semakin besar. ini berguna ketika kita melewati obstacle (hambatan)berupa batu makadam yang tidak teratur, atau tabletop yang besar (gundukan). namun perlu diperhatikan juga bahwa hal ini akan sangat berpengaruh ketika motor diajak belok dengan rebah, motor serasa lebih “oleng” dari biasanya, selalu perhatikan berapa centi shockbreaker depan layak dinaikkan. jarak aman sih 4centimeter menurutku (koreksi ya kalau salah). juga proses meninggikannya, selalu percayakan ke bengkel langganan dan terpercaya, jangan (maaf) dengan bengkel yang baru kenal kemarin sore. ya hanya sekedar tindakan preventif agar hasil kerjanya baik. gunakan selongsong tambahan berbahan baja pejal untuk menggantikan baut tutup tabung shockbreaker atas. silahkan berkonsultasi dengan bengkel bubut kepercayaan teman teman. begitu juga kasus shock belakang, ingat, jangan memakai anting per yang menyerupai bentuk sepatu kuda, itu sudah terbukti tidak aman dan bahaya.

2. lampu
nah! ini dia yang seru dibahas, karena menurutku, perbedaan antara keren dan norak itu tipis sekali, meskipun atara fungsi dan ga fungsi masih bisa dilihat. gunakan tambahan penerangan untuk membantu kemampuan mata kawan kawan disaat malam. lampu LED, luxeon, sampai cree sekarang banyak dijajakan. selalu perhatikan pemasangan dan wiringnya ya sobat. sesuaikan juga dengan kemampuan aki motor kita. strobo dan flip flop??? xixixi, aku rasa, dua variasi itu useless sobat. terbukti,Pakdhe Jeffrey Polnaja yang keliling dunia saja, Puji Tuhan sampai sekarang masih sehat selamat sentosa tanpa harus memakai dua hal tersebut. hanya gunakan lampu hazard ketika berhenti secara darurat. 🙂

3. storage barang
dalam perjalanan jauh, pasti kita memindahkan isi kamar kita kedalam motor, dari komputer sampai koleksi komik naruto, dari CD koes plus sampai ruth sahanaya vol 1 sampai selesai. haha!!!pemakaian sidecase dan topcase tidaklah haram. sekali lagi, sesuaikan dengan dimensi motor dan kemampuan mesin. kasihan kalau motor kita harus teriak karena keberatan box. secara estetika juga terlihat rapi. banyak bahan selain plastik sekarang, bahkan ada yang menjadikan box belakang menjadi box samping, mengakali baseplate plastik yang rawan jebol? monggo kawan kawan bisa hubungi teman kita, sodarah Achonk di malang atau mas Roby givi shad di Cirebon. mereka salah satu dari seller baseplate besi custom yang mirip sekali dengan sb1000 atau sb2000-nya givi untuk box monorack. pemakaian alumunium pannier atau tas berbahan dasar goretex lazim dipakai. begitu juga drybag yang dijadikan sidebag. adventure banget! selalu perhatikan system bracket dan pemasangan. jangan menitik beratkan bracket pada titik ujung sasis motor ya sobat, rentan patah! beberapa teman penunggang scorpio, tvs apache dan pulsar (ug3) mengalaminya. 😦 . silahkan konsultasikan pemasangan case pada ahlinya.

4. ban
uwow! nerjang lumpur pakai ban balap? aku hanya pernah bertemu satu kawan gila yang pernah bahkan sering melakukannya, Mas Temmy Himawan namanya. untukku? mending ganti ban pacul deh. hahaha! ban dual purpose merek lokal hanya swallow sb117, selebihnya silahkan kuras kantong lebih dalam untuk mmemboyong michelin anake, pireli scorpion, shinko dsb. selalu kurangi sedikit tekanan ban untuk mendapatkan grip yang lebih baik ketika menikung. ban tahu sangatlah tidak bersahabat ketika hujan dan ketika kita menikung teman.

5. chargerpot
kehabisan baterai karena keasikan nenda terus? ini bisa disiasati dengan memasang pot charger mobil pada motor kawan kawan. cukup memakai lighter atau beli jadi, kapanpun dan dimanapun, gadget sobat setia menemani. penambahan sekring sepertinya wajib hukumnya. jika terjadi arus pendek, gadget bisa terselamatkan. 😀

6. windscreen, windshield, wind defflecta, errr, whateve you call it lah
kang Gerie nur mayuri dari Geba Leisure Part Bandung, yang kemarin kebagian mengerjakan windscreen motor kami sesuai desain pesanan. yah berfungsi kok untuk mengurangi guyuran angin ke dada ketika riding malam hari. ketika hujan juga membantu tankbag tetap kering lho! sekarang banyak variasi windscreen baik yang sudah jadi atau system pesan sesuai desain. ada kawan di bekasi yang sukses mengembangkan windscreen buatannya yang dilabeli coriaz. silahkan langsung hubungi Uda Rial Hamzah di bengkel syndicate motor bekasi.

itulah beberapa point yang bisa aku share ke teman teman. semoga membantu dalam mempersiapkan tunggangan untuk perjalanan panjang. ingat! ketika kita dirumah, kamar kita adalah tempat ternyaman yang ada. ketika dalam perjalanan, motor adalah tempat ternyaman kedua selain tenda. selalu jadikan kenyamanan nomor satu ya kawan kawan. modifikasi yang baik juga menjadi modifikasi yang bertanggung jawab. artinya jangan sampai merugikan orang lain. uang memang uang kita, tapi jalan adalah hak bersama. travelling ndak perlu minta minta jalan seakan akan kita ngawal orang mati, apa faedahnya?

Advertisements

Sumatera dalam 50 hari -impresi TVS Apache RTR180 setelah puluhan ribu kilometer-

godam!! itulah kata latah yang keluar dari mulutku. pagi tadi, entah kenapa aku menerawang jauh tentang motor TVS Apache-ku, yang selanjutnya aku beri nama “SLAMET”. Sebelum membahas impresi, ada baiknya aku bercerita sedikit tentang penamaan ini. sebelumnya aku menamai slamet dengan “airawata”, atau gajah putih sang pendekar yang selalu membasmi kejahatan. namun, setelah kemudian Pulau Sumatera aku lewati bersama slamet, nama itu terlalu heroik sepertinya. hahaha!!! yaps, dengan segala dinamika sepanjang perjalanan, melewati 1centi perbedaan dengan maut, aku kira, slamet adalah nama yang layak. selain karena aksen “jawa” yang aku selalu senang mendengarnya, nama itu terkesan down to earth sodaraku! hehehe… karena bersama si apache ini, aku kembali dengan selamat ke rumah…

 

Gambar

 

lanjut!!! ….

kita lihat dari segi mesin. Banyak orang yang meragukan durabilitas motor motor non jepang, seperti bajaj, minerva, mocin sampai TVS. ternyata setelah puluhan ribu kilo, belum ada satupun komponen mesin yang sudah diganti selain busi dan oli. kampas kopling baru ahkir ahkir ini terasa gejala selip pertanda sudah waktunya diganti. bagaimana dengan head cylynder? tadi pagi,aku cek, ternyata ada remesan oli dari head atas. namun itu wajar menurutku. ingat, motor ini digeber selama 8jam perhari, dengan jarak tempuk 250-300an kilo perhari, dan itu terus selama 50 hari. bukan bermaksud lebay, maksudku, motor ini telah aku siksa banget banget. 😦  konsumsi bensin tergolong irit bagiku yang sebelumnya mengandalkan metik injeksi (bejo alias spacy fi) untuk keperluan nguli dan travelling. bisa 1liter untuk 40an kilometer sob! 

sasis dan body part

sasis?? hem… ternyata bandel sob! kemarin, pannier alumunium selalu setia menempel di kiri dan kanan slamet, belum lagi seat bag dan box givi di belakang. ternyata setelah dicek, aman jaya! padahal dari teman teman TMC Bandar Lampung BE , aku mendengar bahwa keluhan sasis sobek ketika memasang bracket box belakang lazim kasusnya! wew, apakah TVS membekali kami dengan unit “special edition”?? hahaha, hanya Pak Anand dan Tuhan yang tau bro! kita lanjutkan ke body part, semua yang berbahan dasar plastik dan dicat glossy, sampai saat ini masih kempling kinyiskinyis. juga tangki, hood, dan body belakang, semua masih baik dan posisi baut pun belum getas. hanya yang jadi catatan adalah, material busa jok yang aku sadari ternyata seiring waktu mengempes dan semakin mengempes. tangki yang muat dijejalkan 16,5 liter bensin ini juga ampuh menjadi media yang baik ketika panas mesin meninggi, alias, ikut ikutan panas. hahaha… aku dengan sok tau-ku, mencari solusinya dengan mengganti oli yang lebih kental (bukan dicampur jagung sama beras yah! memangnya kopi!).

shockbreaker dan velg

aman sob!! velg sama sekali belum “speleng”, juga shockbreaker masih nyaman melibas jalanan keriting. padahal awalnya aku ragu. Melihat dari ukurannya saja, dibandingkan dengan saudara setanah airnya slamet, si bajaj pulsar, diameter dan ukuran shockbreaker depan slamet seperti cungkring sekali pemirsa! shock belakang yang memiliki embel embel “nitrogen” terasa nyaman. solusi pintar untuk TVS menjejalkan tabung polyurethane untuk membantu meredam getaran. aku berandai andai teman, andaikan TVS mengeluarkan Apache dengan velg depan 215 dan belakang 250, ditambah diameter tabung shock depan yang ditinggikan dan dilebarkan, aura laki lakinya semakin menonjol. haloo TVS?? 😀

kelistrikan

lampu masik terang benderang. sayangnya, terasa redup karena reflector apache yang di smoke hitam (dari sananya yah). system seperti bendik starter, kiprok, dan lain lain masih belum diganti alias sehat. hanya aki yang 1bulan kemarin ahkirnya tewas tak bernyawa. desain lampu belakang, menurutku butuh penyegaran. dibuat lebih kompak dan streamline, wah! keren sepertinya. ya sekedar masukan buat divisi pengembangan produknya si apache. ^.^

 

overall, motor seharga 18jutaan ini layak untuk dipinang. tarikan handel kopling yang ringan, gas yang asik untuk dibetot, juga efisiensi bahan bakar yang cenderung menyejukkan hati menjadi catatan positif, juga termasuk durability dan buit qualitynya yang acung jempol buat TVS. negatifnya? pasti ada. bukan lantas semua positif kan? panas mesin ketika siang hari sangat terasa di pangkal paha. kalau getaran mesin perlu kita bahas? aku merasa masih dalam tahap normal sih. meskipun masih terasa besar dibanding rival rival sekelasnya. ya setidaknya tidak terlalu bergetar seperti ketika menunggangi Ducati multistrada yaah.. hehehe.

notes: motor yang sama akan aku pakai ketika bersama kakak kakak caem lainnya berkendara mengitari pulau kalimantan. mau tau komplitnya, like aja roundtheborneo di facebook. 😀

salam!

YET

Coming in Hot! :: Road Warrior :: Perjalanan Jakarta – Surabaya bersama detik.com, myTrans dan Yamaha

hay hay.. Cuaca yang cukup membuatku bingung disini, karena panas dan sebentar berganti mendung pekat. Bagaimana kondisi kesehatan teman teman? sehat kan? semoga diberi kesehatan dan kekuatan untuk melewati hari ke hari di musim penghujan ini. Lantas ada berita apa nih yang kaming in hot… ehehehe..

Road Warrior, sebuah perjalanan yang digadang gadang oleh detik.com, myTrans dan Yamaha dihelat pada ahkir bulan ini. dengan rute Jakarta – Surabaya melalui selatan. Penjurian telah dilakukan untuk menyaring dari sekian ratus calon peserta menjadi 10 orang peserta saja. Anyway, kami dari #roundtheborneo ikut ambil bagian dari penjurian dan team lapangan lho! selain teman teman JRS, Detik.com , myTrans dan Yamaha, kita akan bersama sama berkendara asik melewati puncak, merasakan udara dingin dari daerah Wonosobo sampai lezatnya pecel madiun!! by the way, dipinjamkan motor type apa yah oleh YMKI… mengingat line up produknya yang begitu banyak, berharap super tenere kali yah…haha!!!kita tunggu saja sama sama ya kawan! oh iya, jangan lupa untuk like jempolnya ke twitter RTB (round the borneo) @roundtheborneo juga facebooknya di Round the borneo. Tahun depan kita akan menyicipi serunya rimba Kalimantan diatas roda dua. yihaa!!!!

 

notes: rencananya, aku dan salah satu kawan sekaligus rekan RTB akan menelusuri jejak keindahan dan kemasyuran alam jawa timur sepulang dari Surabaya. mungkin ada yang mau ikut berkendara riang? hehehe

Sumatera dalam 50 hari -Persiapan-

selamat Malam teman teman…

 

maaf karena berbagai hal, baru pagi buta ini aku bisa melanjutkan artikel sebelumnya. yups… masih tentang Sumatera.

Kata orang, salah satu pulau terbesar di Dunia ini menyimpan banyak kisah, baik tentang keindahannya, juga tentang kengeriannya. Sejujurnya aku adalah tipikal rider yang anti terhadap hal hal berbau mistis, juga sebisa mungkin menghindari persiapan yang kurang matang. beberapa hal detail aku rangkum untuk kemudian dimasukan dalam list bawaan. disitu juga ternyata ada beberapa item yang ternyata “useless” atau “kebanyakan” sehingga terbawa sampai aku kembali ke cilegon.

Persiapan pertama adalah Kita sendiri, dengan estimasi waktu 50 hari di jalan, aku hanya mencoba menempatkan diriku pada kemungkinan terburuk. maksudku, kemungkinan terburuk adalah, hujan deras, riding malam – pagi, telat makan, kurang asupan protein dan vitamin, sampai terjadinya kurang tidur. beberapa hal itu menjadi trigger bagiku untuk melatih diri. lari di kala sore hari menjadi sebuah awalan latihan. Menurut kawanku, Dr A Prasaja, seorang ahli ilmu “tidur” , beliau mengatakan bahwa kurang tidur bisa menyebabkan emosi meninggi, konsentrasi turun, sampai terjadinya gejala halusinasi. solusi yang tepat adalah membiasakan diri untuk tidur dengan skema “mencicil”. apa maksudnya? maksudnya adalah ketika setelah berkendara lebih dari setengah hari, setelah makan siang dan rehat,ada baiknya kita tidur untuk 1-2jam. fungsinya adalah mengistirahatkan seluruh organ penglihatan, peraba, dan sel sel otak sampai pada ahkirnya konsentrasi dan energi kita pada level maksimum untuk melanjutkan perjalanan. selalu bawa cadangan Air minum atau dehidrasi akan menyerang kita. pengalamanku kemarin, daerah daerah pesisir Sumatera memiliki suhu yang “aduhai” tingginya. pusing dan penglihatan buyar adalah contoh gejala dehidrasi berlebih. pada satu titik, dehidrasi bisa menyebabkan hilang kesadaran dan akan sangat fatal bagi kita para motoris ketika berkendara. jangan pernah sepelekan asupan seperti coklat atau biskuit. itu akan menyelamatkanmu sobat!

kedua adalah motor, yap… sehebat apapun motor kita, tanpa persiapan, riding jauh adalah nol besar. kemarin bahkan mounting pannierku dikerjakan 3 hari sebelum menjelang berangkat. sungguh suatu hal yang bodoh dan jangan pernah diikuti. beberapa jadwal yang meleset karena kelalaian dan sebagainya. sebisa mungkin seminggu sebelum kita melakukan perjalanan jauh, motor dalam keadaan siap dan fit. terimakasihku untuk Mas Adet dan tehknisi 7Gear yang membekali ku dengan pannier alumunium cantik yang kokoh selama perjalanan.  titik titik penting seperti shockbreaker, ban, rem, mesin, dan sasis harus diperhatikan. ketika kita memutuskan untuk memasang pannier (boks) baik kanan atau kiri, selalu perhatikan letak dan strukturnya. ingat bahwa titik center of gravity motor akan terus bergeser seiring penambahan perabotan lenong. hal ini, kemarin terbukti berpengaruh ketika aku melahap tikungan seperti kelok 9 dan kelok 44, juga menanjak di jalur taman nasional gunung leuseur Aceh. keren adalah nomor 2, bagiku fungsi dan kenyamanan harus tetap nomor satu. bayangkan ketika kamu di Hutan, “in the middle of nowhere” , sampai di tujuan dengan selamat lebih penting ketimbang petantang petenteng mamerin aksesoris yang entah pada siapa kita memamerkannya. selalu anggap motor adalah mitra perjalanan. aku percaya bahwa motor termasuk berkat, dan berkat adalah titipan dari yang Kuasa. ketika kita menghargai dan menyadari itu, Semuanya akan baik baik saja.

ketiga? ketiga adalah mental. aku bukan seorang batman yang siap sedia menghajar wajah joker dengan sekali pukulan. bukan juga charley boorman di serial “long way bla bla bla”nya yang masyur itu. sedari kecil, waktu waktuku dihabiskan di lingkungan rumah. kalaupun sedang naik gunung, tidak lebih dari bukit setinggi gedung 15 lantai. namun apa yang membuatku nekad melakukan perjalanan ini? selain faktor penghasilan (yang dijanjikan lumayan :v dan ternyata… ah sudahlah) adalah sebuah kemenangan bagiku untuk bisa bertemu secara intim dengan Indonesia, bercengkrama akrab dengan warga setempat, menikmati hidangan yang sangat spesial dan khas, bagiku itu lebih dari cukup untuk sadar betapa malunya aku jika menolak untuk berangkat. tekad ku bulatkan, aku harus “naik haji” sampai 0 kilometer. betapa klise-nya kalau ada motoris yang dengan lantangnya berkata bahwa “saya tidak tertarik dengan nol kilometer”,  itu bukan pengakuan. Lebih dari itu, itu adalah tradisi yang dibuat oleh rekan rekan penjelajah bermotor Tanah Air. pengalaman spiritual untuk bisa mencicipi ujung aspal paling barat dari Negri tercinta kita ini. bagaimana membangun atmosfir yang baik ketika persiapan? lebih dari semua, jujurlah kepada diri kita sendiri. apakah kita menginginkan perjalanan ini atau tidak. kuncinya adalah belajar berpikir positif. ini adalah perjalanan, susah dan senangnya akan menjadi cerita anak cucu di esok masa. bukankah kita terlahir sebagai petualang? hanya berapa banyak kadar “DNA” itu, kita yang tentukan sendiri. travelling is fun!

keempat,adalah barang bawaan. jangan pernah sekali kali menyepelekan stok pakaian. lebih baik kita membawa banyak daripada kekurangan. kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi didepan. aku sempat mencuci di sungai dan menjemur diatas motor sepanjang perjalanan karena stok pakaian habis dan hujan selalu mengiringi kami. taukah kamu? sungai tempatku mencuci juga berfungsi sebagai tempat buang hajat bagi warga sekitar. aromanya? tiada yang lebih indah daripada aroma bajuku saat itu! (**!). penempatan barang di pannier juga harus diperhatikan. barang yang akan sering diambil adalah hal terahkir yang dimasukkan kedalam box. jika kita mengandalkan tenda untuk bermalam, membawa autan dan obat pembasmi nyamuk bakar sangat disarankan. nyamuk nyamuk di beberapa tempat di sumatera terkenal ganas dan memiliki jarum (mulut) yang sangat tajam. ketika menggigit akan sangat terasa sakitnya.bantal tiup, selimut dan sendal jepit harus dibawa. percayalah teman! merasa rileks setelah berkendara seharian itu seperti bertemu 70 bidadari turun dari nirwana. bahasa anak gawol jaman sekarang, jadi “pe we” hahaha!!! . peralatan nesting memasak wajib hukumnya!. sore, sambil memandang sunset di ufuk langit, duduk diatas matras tenda sambil menyeruput teh dari kayu arok atau kopi asli atu lintang Aceh itu soodaaappp sekali, begitulah kawan kawan Sumatera berkelakar. jangan pernah takut untuk jujur kepada diri sendiri. jika kita tidur nyaman dengan guling, tidak ada hukum haramnya untuk membawa peranti kesayangan menemani perjalanan kita. begitu juga dengan selimut beraksen kotak kotak, salah satu rekanku, mas Andry membawa selimut kotak kotak yang malah aku bilang “kurang” macho kalo disandingkan dengan tenda Eiger type storm. oh iya, Aku juga sangat berterimakasih kepada Eiger atas peralatan kamping yang ternyuata terbukti efisien dan ringkas ketika 50 hari kemarin di Sumatera. banyak turis asing di pulau samosir yang memuji tenda dan warna eiger yang khas dan berani itu. 😀 built quality-nya juga rapi. Julien, pemotor dari jerman dan menuju sidney yang kami temui di Toba, merasa iri dengan pannier yang terpasang pada TVS RTR 180 kami, padahal Julien mengendarai sebuah yamaha tenere 660. katanya, “kalian (orang indonesia) patut diacungi jempol. pannier kalian terlihat jauh lebih fancy dibanding punyaku, buatan Indonesia-kah itu??”. kami terkekeh kekeh sambil mengangkat kerah… duuhhh, ni Bule ga salah apa ya.. kita yang envy liat tenere-nya. hahaha!!!