Pagi temans… Aku melaporkan langsung dari Sekadau, kalbar. Xixixi… Serasa jurnalis tulen aya hahasanya..

Yups, dengan disa waktu eksplorasi 23hari lg, kami masih berada di kalbar. Rencananya hari ini team akan berangkat ke perbatasan di jagoi babang. Kemarin istirahat total dan juga memodifikasi spakbor depan agar lebih Aman melintas di jalur tanah, terutama tanah merah / liat.

Badanku kurang fit hari ini. Entahlah mungkin masih kaget dengan matahari yang terlalu nanar panasnya. Ahhh, baiknya kita sarapan dulu. Nasi kuning anyone? Xixixi

Advertisements

Guys… Kami sekarang berada di Sekadau, sebuah kota kecil diantara sanggau dan sintang. Ett… Jangan Salah, kota kecil ini sangat berkesan buat team Rtb. Salah satunya karena keramahan dan kehangatan warga sekitar. Kami disini ditemani oleh sahabat sahabat dari YVCI chapter sekadau.

Melaporkan langsung dari mess pemda sekadau, Si slamet (motorku) lagi lagi mengeluarkan bunyi gemelitik dari mesin. Apakah itu? Biar nanti team ahli dari TVS pontianak yang memastikannya. Buatku ini wajar. Wajar kenapa? Yaps, ini adalah 4000km awal perjalanan kami di kalimantan. Sebelum menyebrang, odometer sudah menunjukan 28.000km. Sepanjang ini, baru kemarin si slamet dibelah mesinnya.

mengingat kemarin gaya ridingku selama off road, begajulan, terkadang lobang tak dapat diterka. Sempat beberapa kali aku dan mas Andry sengaja menjauh untuk bisa mengejar teman di depan sambil balapan. Di gravel dan di tengah kebun kelapa sawit… Hahaha.. Seru rdan lucu… (maaf……)

Riding di kalimantan ternyata berbeda sekali dengan di jawa maupun sumatera. Disini, jarak antar kota bisa sampai 500km. Umaaaaaakkkk… Kecepatan sedang sampai tinggi pernah kami cicipi. Dan TVS Apache masih sanggup meladeni kegilaan kami.

Semoga sampai di pontianak, si slamet bisa kembali fit… Ada kemungkinan bahwa motor akan dipinjamtukarkan, namun masih belum Pasti. Masih ada destinasi eksotis lainnya di ujung timur kalimantan yang masih harus kami singgahi…

Sampai jumpaaa!!!

Ini hari ke duapuluh sekian kami berkendara di kalimantan… kemarin kami baru saja mengunjungi badau dan beranjak ke daerah semitau… Melewati kebun sawit seluas kota bekasi. Argkhggg…. Sampai sampai kesasar 3jam didalam. Fiuhhhh….

Malam kawan… Kami sekarang berada di semitau, kalbar. Seharian menempuh jalanan hancur dan berlumpur. Hari ini kami mengunjungi perbatasan di badau. Kemarin edpencuran di danau sentarum… Maaf belum bisa update cerita yah 😦 aku masih shock disini, karena jarak antar kota bisa sampai 450an kilo disini. Kalau dijawa, kita sudah melewati 3provinsi dengan jarak yang sama… Ahahaha… Yukmari bobo…

Pagiiiii……

Temans, aku bercerita dari Atas kapal motor gerbang samudera nih… Diatas laut jawa menuju pulau Kalimantan. Ombak masih sering membuat kapal berliuk kanan dan kiri. Akupun berusaha menyesuaikan ritme tubuh. Ya, adaptasi adalah hal pertama yang dilakukan untuk dapat “survive” 20jam kedepan. Laut bukanlah habitat asli dari manusia. Apalagi manusia ndeso sepertiku, sedikit digoyang ombak, langsung huek!!! Hahaha

Banyak pertimbangan dan pikiran buruk menghantui pikiranku. What if ini what if itu.. Argkhhg… Pusing aku dibuatnya. Ahkirnya belajar membangun pikiran positif sangat membantu. Juga berdoa dan “pasrah” akan keadaan membantu kita untuk dapat “semeleh” menikmati pelayaran. Sampai tulisan ini dibuat, aku masih ceria dan belum merasakan mabok laut. Hahahaa… Bahkan makanan yang disajikan oleh kapal pun sangat bersih dan nikmat tentunya. Makan pagi dengan daging rolade dan makan siang dengan cumi cumi sambal pedas… Yummiiiiii…….

Asap dari cerobong asap masih mengepul tebal di langit biru, Tuhan maha besar, aku merasa kecil di dek haluan kapal ini. Pandangan 360derajat dari sini, lautan biru membentang luas disertai awan yang berarakan. Kami pun sedikit banyak merasa bosan untuk terus berdiam di kabin, ohya, puji Tuhan kami dipersilahkan untuk tidur di kabin juru mudi. Sedikit lebih mewah dibanding kabin penumpang. Ada Ac dan kasur yang layak. Jam menunjukan pukul 2 waktu setempat ketika kami memutuskan untuk berkunjung ke ruang kemudi/nahkoda.

Waaaawwww…. Sedikit terpana, ternyata Ada Kru wanita di ruang kemudi. Orangnya cukup cekatan dan terampil,. Tidak kalah dengan kru laki laki. Setelah mendapat ijin, aku sibuk memotret ruang kemudi sementara bang Aghoy mengobrol ngalor ngidul dengan kapten kapal. Aku baru tahu bahwa wanita tadi adalah siswi sekolah pelayaran yang sedang praktek kerja di kapal ini, salut!

Deru mesin kapal Sama sekali tidak terdengar dari bagian kabin ini. Senyap dan nyaman terasa sekali. Sesekali panggilan radio dari kapal lain menyela obrolan kami. Aku pun termenung di ujung kanan ruang kemudi. Membangun mimpi untuk riding keliling Indonesia bukanlah Hal mudah. Banyak konsekwensi dan proses yang dibangun dengan keringat dan pemikiran keras. Namun sekali lagi, seperti pak Hari Budiono big bosnya Tvs Indonesia pernah berkata kepada kami, tidak Ada Hal hebat yang dibangun dengan mudah. Kini, kami tepat mengarah ke banjarmasin untuk melanjutkan mimpi berkeliling tanah air menggunakan sepeda motor.

Sumatera menjadi pelajaran berharga buat kami, terutama aku. Makanya, kalimantan ini menjadi titik tolak lagi membangun asa melanjutkan mimpi kami. Bentangan horizon membentang didepan mataku. Kata pak Kapten tadi, kami akan melihat titik pulau kalimantan pada pukul 7Malam nanti. Sedangkan sinyal handphone akan bisa dijangkau pada pukul 5sore nanti.

Ombak bersahabat membuat aku dan bang Agoy sangat menikmati perajalanan maritim kami. Ini adalah rute dengan durasi terlama bagi kami, setelah penyebrangan Aceh-sabang, toba-samosir, serta merak bakauheni bukanlah tandingan baik dari segi durasi maupun besar Kapal. Lucunya, aku sangat teliti ketika mengecek sekoci dan pelampung. Dan aman ternyata. Rute evakuasi sudah hafal, life vest di kamar tersedia, jalur ke sekoci pun diluar kepala. Hahahaha, sedikit parno karena melihat sejarah transportasi Indonesia yang tak kunjung membaik. Bahkan sekoci pun baru diinspeksi. Tentram hatiku.

Matahari mulai menguning di belakang kapal, seiring kami menjauh dari pulau jawa. Kapal yang aku naiki adalah kapal bekas china, jadi masih banyak signage dan instrumen yang berbahasa kanji. Oh ya sekedar informasi, tiket untuk surabaya – banjarmasin adalah 200.000 untuk orang dan 500.000 untuk motor.

Temans, inilah yang aku rasakan di pelayaran ini, ternyata tidak seburuk dan seseram kata orang. Pesanku nikmatilah petualangan kita dengan segala Cara. Memulai untuk merenung dan refleksi diri dan terus berjalan adalah Hal yang indah. Sampai bertemu di banjarmasin yaaaa….

Thanks to :
TVS motor Indonesia
SOHO global health
Federal oil

Sinnob
7gear
Contin
Nature
Baffin
Ecoled
United rider insurance

#roundtheborneo

Malam temans…..

Aku sekarang masih berada di tanjung perak, menunggu kapal yang ternyata belum juga berangkat… Padahal, badan ini sudah berteriak lelah setelah menghajar jalur cilegon- surabaya.

Hari ini, kegiatan kami berkeliling kota surabaya. Mencicipi bandeng tanpa tulang sampai berburu tali simpul untuk kargo. Puji Tuhan kami ditemani oleh seorang sahabat dari versys owner Indonesia, Mas Andi Sufarianto. Thanks mas buat city tournya!!

Malam sebelumnya sambutan hangat dari teman teman bosco dan TAC kami rasakan. Trimakasih untuk mas helmut dan kawan kawan buat kawalannya. Hehehehe, terutama buat si latah,, hahahaha….

Saat tulisan ini dimuat, bro Alvian jbc bikers sedang merapat ke tkp untuk sekedar bercengkrama dan mengobrol. Aku salut untuk kehangatan khas petualang bermotor di sepanjang jalan. Tanpa melihat jenis dan kasta. Tuhan membalas kebaikan sahabat sahabat berkalinkali lipat! Amin…..

Saat ini aku sedang deg deg ser karena beberapa saat lagi kapal akan berangkat…. Bagaimana ya rasanya berlayar lebih dari 3jam????

Yihaaaaaa….. Aku sebentar lagi Akan merasakan pelayaran selama 16jam darii surabaya menuju bnjarmasin. doakan yaaaa.. See yaaaaa kalimantan….